Akuakultur telah terbukti menjadi sektor pangan dengan pertumbuhan tercepat di dunia, melampaui perikanan tangkap dalam memenuhi kebutuhan protein hewani bagi penduduk dunia. Namun, capaian ini tidak terlepas dari berbagai tantangan serius, mulai dari degradasi kualitas perairan, konversi habitat alami, emisi gas rumah kaca, hingga konflik pemanfaatan ruang pesisir dan perairan darat. Tanpa pendekatan yang tepat, pertumbuhan akuakultur berisiko mengorbankan keberlanjutan ekosistem yang menjadi fondasi produksi itu sendiri.
Ecosystem Approach to Aquaculture (EAA) hadir sebagai jawaban atas dilema tersebut. Dikembangkan oleh Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) bersama para ahli akuakultur dunia, EAA menawarkan kerangka kerja yang mengintegrasikan prinsip-prinsip ekologi ke dalam perencanaan, pengelolaan, dan evaluasi sistem budidaya. Pendekatan ini menempatkan akuakultur sebagai bagian integral dari ekosistem yang lebih luas, dengan menyeimbangkan tujuan produksi, perlindungan lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat.





Ulasan
Belum ada ulasan.